BANDUNG – Isu dugaan kebocoran data kependudukan warga Bandung ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Informasi mengenai beredarnya dataset yang diduga memuat data pribadi masyarakat memicu kekhawatiran publik terkait keamanan data administrasi kependudukan.
Isu tersebut mencuat setelah sebuah akun yang mengklaim bergerak di bidang keamanan siber mengunggah informasi pada 29 Maret 2026. Dalam unggahan tersebut disebutkan adanya dugaan data kependudukan yang beredar luas di internet.
Unggahan itu dengan cepat viral dan memancing berbagai spekulasi. Sejumlah warganet bahkan mempertanyakan kemungkinan adanya kebocoran dari sistem administrasi kependudukan pemerintah daerah, khususnya dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung.


